• 0 item

DJEMBE

 APAKAH DJEMBE ATAU JIMBE?

Anda mungkin tahu apa itu Djembe/Jimbe, tapi terkadang bingung bagaimana menyebutkannya atau seperti apa menuliskannya. Djembe atau Jimbe merupakan salah satu alat musik perkusi yang sering kita lihat ketika satu band dengan ragae bermain musik. Tentu dalam penggunaannya Anda tidak harus melulu bermusik dengan genre ragae, toh, asal mualanya sendiri tidak berasal dari Jamaika.

Banyak literatur mengatakan bahwa Djembe berasal dari salah satu suku di benua Afrika. Kita sebagai orang indonesia mengenal Djembe atau ada juga yang menyebutnya Jimbe. Hal ini terjadi karena adanya proses penyerapan bahasa seperti pada bahasa-bahasa lain untuk kita gunakan meyebutkan satu konsep benda, kata sifat, atau kata kerja. Djembe yang bukan dari Indonesia perlu disaring sehingga sesuai dengan gaya bahasa orang Indonesia umumnya. Kata Jimbe yang enak simpel dan sederhana pun enak didengar menjadi salah satu istilah populer yang mudah dikenal ketimbang Djembe yang banyak orang pun keliru menyebutkannya.

Terminologi bahasa Djembe berasal dari tempatnya dilahirkan. Suku Mali adalah suku yang membuat alat musik ini dengan sebutan “Dyembe”. Disebutkan bahwa perubahan Dyembe ke Djember dikarenakan oleh orang Prancis yang mendengar istilah itu diserapnya dengan gaya bahasa Prancis. Hal ini dikarenakan orang Prancis tidak biasa mengecap huruf-huruf yang menyusun kata “Dyembe” dan berubah menjadi Djembe. Pelafalannya sama seperti “Djanggo” dalam film garapan Q. Tarantino: “The D is silent.”

Lalu mengapa Prancis? Sedikit gambaran hal tersebut dikarenakan kerajaan Mali tempat suku Mali berasal adalah salah satu jajahan dari Prancis. Sudah tentu pada saat itu pihak penguasa melakukan studi untuk mempelajari penduduk yang dijajahnya dari berbagai aspek, termasuk kesenian. Hal ini juga terjadi pada saat Belanda menjajah Indonesia.

Jadi, tidak perlu merasa gusar jika ada perbedaan antara penyubtan Djembe dengan Jimbe atau Jimbei. Kita tahu maksud dari istilah itu merujuk pada salah satu alat musik yang sekarang sudah mendunia dan dikenal banyak orang. Setelah di cek pada kamus besar bahasa Indonesia, belum ada kata Djembe atau Jimbe, maka dari itu untuk sekarang terserah Anda bagaimana menyebutkan alat musik ini. Sesuai dengan kaidah komunikasi, yang penting adalah orang mengerti dengan apa yang Anda bicara atau sebutkan.

Dari arus globalisasi dan industrialisasi ini, Djembe atau Jimbe telah menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia berlandaskan kepentingan-kepentingan tertentu seperti koleksi, alat ritual, atau memang kebutuhn untuk musik. Djembe menghasilkan suara yang unik sehingga banyak orang yang menggunakannya untuk mendapatkan keeksotisan bunyi dari alat musik pukul tersebut.

Hanya saja dari berbagai macam kepentingan dan penggunaan Djembe, kita lebih sering menemukannya berada pada band dengan genre regae. Tetapi itu tidak masalah, yang penting adalah Anda mengetahui bahwa Djembe memiliki akar sejarah yang unik dan tentu penggunaannya bisa pada cakupan yang luas selain musik ragae, misalnya country, jazz, atau bisa digabungkan dengan musik tradisional mengenal kebudayaan Indonesia yang memiliki beragam jenis musik pukul hal ini bisa dielaborasi.

Kata Jimbe sebagai pengganti Djembe terkadang sering keliru dan tertukar dengan salah satu nama desa di kabupaten Biltar, Jawa Timur. Mungkin juga karena kata “Jimbe” lebih familiar didengar ketimbang “Djembe”. Hal lain yang mungkin adalah karena susunan kata dalam Bahasa Indonesia yang sederhana, ketika kita mendengar kata “Djembe” maka kita menerjemahkannya pada susunan kata yang sudah kita asosiasikan sebelumnya dan istilah baru yaitu: Jimbe. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk usaha penyerapan bahasa. Mungkin kah begitu? Bagaimana pendapat Anda? Djembe atau Jimbe?

pembuatan website murah
©2012 Tribal All right reserved